Memekku Berdenyut
Selamat Datang Di www.semuajudi.com --- Kami Hanya Memberikan Prediksi Bola, Prediksi Togel, Panduan Cara Bermain, dan Memberikan Situs-Situs Agen Betting Online Aman dan Terpercaya "GRATIS" Tanpa Dipungut Biaya Apapun. Terima Kasih ---
Poker QQ + DominoQQ + Capsa Susun + AduQ Online + BandarQ + Bandar PokerPoker QQ + DominoQQ + Capsa Susun + AduQ Online + BandarQ + Bandar Poker
Poker QQ + DominoQQ + Capsa Susun + AduQ Online + BandarQ + Bandar PokerAgen Bola + Agen Piala Dunia + World Cup 2018
Poker + DominoQQ + Capsa Susun + AduQ Online + BandarQ + Bandar PokerPoker + DominoQQ + Capsa Susun + AduQ Online + BandarQ + AduQ
Agen Betting OnlinePoker + DominoQQ + Capsa Susun + AduQ Online + BandarQ + AduQ
Agen Betting OnlinePoker + DominoQQ + Capsa Susun + AduQ Online + BandarQ + AduQ
Poker QQ + DominoQQ + Capsa Susun + AduQ Online + BandarQ + AduQAgent Betting Online

Memekku Berdenyut

Jam menunjukkan pukul 6.45 malam. Masih ada waktu 1/2 jam sebelum Aswin datang. Kami belum pernah bertemu muka. Kami hanya bertemu online selama ini di ruang chat. Alasannya, ya karena aku tidak tinggal di kota yg sama dengannya. Bakalan mahal jika ingin sering bertemu. Keinginan bertemu bukan hanya karena ingin saling kenal lebih dekat tapi juga karena semakin memanasnya pembicaraan kami.

Bisa ditebak.. pembicaraan kami sudah melewati masa-masa bla bla bla bla.. dan berakhir dengan cyber sex. Bukan hanya sekedar chat sex tapi juga sex yang memuaskan, yah walaupun hanya di chat. Akhirnya setelah sekian lama, akulah yg memberanikan diri datang ke kota nya. Sekalian jalan-jalan. Dan malam ini, Aswin berjanji akan mengajakku makan malam bersama.

“Ting tong.. ting tong..”, tepat jam 7 malam suara bel kamar hotelku berbunyi. Aku segera menghampiri pintu dan saat kubuka.., Aswin kulihat berdiri di depanku. Tampak gagah dan maskulin. Ternyata tidak jauh berbeda dari foto yg di kirimkannya ke emailku.

Sebaliknya, kulihat Aswin tertegun dengan apa yang kupakai malam ini. Aku mengenakan gaun tipis krem sepaha dengan tali kecil di pundak. Matanya masih tertegun melihat bercak 2 bulatan BH 34B di dadaku dan g-string yg tembus pandang tersorot lampu di gang.

“Silakan masuk..” kataku sambil menarik tangannya dengan manja. Hanya saja Aswin sepertinya tidak sabar dengan kedatanganku yang sudah ditunggu-tunggunya.

Tanganku ditariknya lembut, badanku dipeluknya dengan hangat. Hingga wajahku tepat berada di depan wajahnya.

“Aku kangen banget sama kamu, sayang” ucapnya sambil berniat menciumku. Aku berusaha menjauh, tapi tak kulepas dekapannya.

Kututup bibirnya dengan telunjukku.

“Eiittttt.. sabar dong, win. Masak mau serobot aja sih. ” aku mengerling nakal padanya. Dan kuajak ke sofa di kamarku.

Kubiarkan dia duduk di sana dan bukan di tempat tidur yg terbentang di depan kami.

“Mau minum apa? Aku hanya punya bir dan coca cola kaleng,” ucapku seraya melangkah ke kulkas.
“Bir saja, enak minum bir dengan wanita cantik seperti kamu,” Aswin mulai sadar rupanya.. hingga bisa berbicara lebih banyak.

Aku tersenyum mendengar ucapannya. Aku ambil bir buatnya dan coca cola buat aku sendiri. Aku duduk di sebelah kanannya. Saat kuteguk minumanku, kaki kananku kusilakan di atas kaki kiriku. Karena bajuku tidak seberapa panjang, terbuka deh pahaku. Walaupun Aswin juga sedang menegak minumannya, matanya tidak henti-hentinya melihat pahaku yg putih mulus.

“Kamu cantik sekali, Mety,” tangannya mulai berkelana. Kali ini mengusap-usap pahaku. Dan menggeser badannya.
“Kamu juga ganteng,” bisikku manja di telinganya.

Semakin tidak sabaran dia. Nafasnya kudengar sudah tidak teratur. Kaleng birnya dan kaleng coca colaku ditaruhnya di atas meja kecil sebelahnya.

“Aku kangenn banget sama kamu. Aku ingin ‘telen’ kamu.. Sar” gitu istilah Aswin jika ingin mulai main.

Kecupan kecil mendarat di bibirku. Aku balas dengan lembut. Kulihat matanya penuh dengan rasa kangen. Kecupannya berubah menjadi ciuman yang lebih bernafsu. Lidahnya bermain-main dengan penuh nafsu di mulutku diikuti dengan nafasnya yang tak tertahankan. Begitu lincahnya membuat aku pun mulai terangsang, kubalas juga dengan permainan lidahku di mulutnya. Kehangantan meliputi kami berdua. Duduk kami semakin mendekat. Tangan kanannya memelukku dg lembutnya. Tangan kirinya sudah mulai berjalan lebih jauh di pahaku.

“hmm.. hmm..” desahku seirama permainan lidah kami. Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya.
“Aku kangen kamu juga, win” di sela-sela permainan lidah kami.

Hingga akhirnya Aswin tak tahan, dan dengan perlahan namun pasti Aswin membuka gaunku tanpa mengurangi kehangatan kami. Sekarang tinggal bra tanpa tali dan g-string putihku. Kulihat matanya terpukau dengan pemandangan di depannya.

“Bikin kamu tambah kepingin, ya win,” kerlingku nakal.
“Iya, sayang..” jawabnya sambil tangannya mulai menjelajahi lipatan gunungku.

Dielusnya, dipandangnya, dielusnya lagi dan dikecupnya bra ku. Ahh.. lembutnya.

“Kita ga jadi makan malam, win?” tanyaku mangingatkan. “Ga laper aku, aku lebih laper kamu..” senyumnya.

“hmm.. hmm..” desahku seirama permainan lidah kami. Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya.
“Aku kangen kamu juga, win” di sela-sela permainan lidah kami.

Hingga akhirnya Aswin tak tahan, dan dengan perlahan namun pasti Aswin membuka gaunku tanpa mengurangi kehangatan kami. Sekarang tinggal bra tanpa tali dan g-string putihku. Kulihat matanya terpukau dengan pemandangan di depannya.

“Bikin kamu tambah kepingin, ya win,” kerlingku nakal.
“Iya, sayang..” jawabnya sambil tangannya mulai menjelajahi lipatan gunungku.

Dielusnya, dipandangnya, dielusnya lagi dan dikecupnya bra ku. Ahh.. lembutnya.

“Kita ga jadi makan malam, win?” tanyaku mangingatkan. “Ga laper aku, aku lebih laper kamu..” senyumnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*